Tuesday, February 13, 2007

Monumen, oleh Nh. Dini

Monemun, oleh Nh. Dini, adalah kumpulan cerpen yang cukup memuaskan tetapi tidak sempurna. Nh. Dini sangat terkenal di Indonesia sebagai seorang penulis feminis dan seorang penulis yang pula ingin mendukung suasana sastra di Indonesia; dia telah membangunkan pondok-pondok membaca untuk anak, dan dia beri uang and dukungan lain kepada organisasi yang mau mengembangkan sastra Indonesia. Dia sungguh-sungguh terkenal.

Kemasyurannya dan kepopularannya sungguh-sungguh berasal dari bakatnya. Dia sangat pintar menulis dan mengarang: wataknya menarik, desripskinya penuh detail, dan pilihan katanya tepat. (Bagi saya, pilihan katanya terlalu sulit! Tetapi ketika saya pakai kamus, saya paham artinya dan saya mengagumi kecenderungannya untuk menemukan kata yang sangat cocok untuk keadaan apapun.) Ceritanya cukup menyenangkan untuk membaca.

Saya hanya ingin mengeluh tentang satu sifat cerpen ini: saya sering kecewa setalah selesaikan setiap cerpen. Saya tidak tahu kenapa, tetapi akhiran cerita-cerita ini mengecewakan. Biasanya tidak ada resolusi yang tertentu, dan saya masih tidak tahu apa yang akan terjadi dengan watak atau tempat di ceritanya. Barangkali kekecewaan itu kekeliruan pikiran saya, karena saya, sebagai orang Barat, terbiasa dengan akhiran yang tertentu, meskipun akhiran yang mengejutkan atau tidak disangka. Tetapi cerpen-cerpen ini berakhir dengan suatu keluhan, bukan dengan suatu “bang,” seperti apa yang dituliskan seorang penulis Inggris, T.S. Eliot. Selain sifat itu, cerpen-cerpen di dalam kumpulan ini baik, dan saya ingin membaca lagi dar Nh. Dini.

No comments: