Wednesday, March 7, 2007

Saman, oleh Ayu Utami

Buku ini merupakan suata keajaiban waktu diterbitkan: biasanya di Indonesia, sebuah buku tidak dijual lebih dari ribuan jilid, tetapi buku ini langsung harus diterbitkan lagi karena begita popular. Buku ini juga sangat kontroversial, karena penggunaan adegan sex, apalagi adegan sex tentang perempuan dan seleranya. (Novel ini memang memusatkan pada para perempuan.) Juga, buku ini tentang isu-isu penting dalam jaman sekarang: suku, agama, dan politik.

Buku ini menceritakan hidup seorang pastor Katolik, yang dulu bernama Wis tapi sekarang mengganti namanya ke Saman. Dia terlibat dalam gerakan buruh keret di Sumatra, dan lalu dia ditangkap polisi karena dicurigai pemimpin gerakan itu. Buku ini juga menceritakan pengalaman Laila, yang jatuh cinta pada seseorang yang sudah menikah, dan teman-temannya Shakuntala, yang dapat beasiswa ke kota New York, di Amerika Serikat, dan Yasmin, yang jatuh cinta pada Saman, namun dia sudah lama menikah.

Walaupun tulisannya sangat bagus dan halus, cerita-ceritanya, menurut saya, tidak cukup memuaskan. Rupanya, buku ini direncanakan menjada buku yang lebih tebal, berarti ini sebagian buku lain saja. Saya kira itu betul: setiap cerita tidak cukup dalam, tidak menjelaskan perasaan-perasaan wataknya dengan cukup terang. Saya memang menikmati buku ini serhubungan dengan keberanian penulisnya mengarang adegan politik, adegan agama, dan adegan seks, tetapi saya tidak paham watak-watak dan tidak jatuh cinta padanya. Lagipula, setiap adegan agak samar, supaya saya tidak seratus persen mengerti setiap tindakan orang-orang di dalam buku ini. Ayu Utami memang sangat berbakat, tetapi mungkin dia harus kerjakan buku lagi untuk memamerkan bakatnya dengan sempurna.

No comments: